Tempat Belajar Pajak Secara Bijak

Pajak Indonesia

Berita Pajak printer friendly page

ACFTA Tekan Penerimaan Perpajakan

21 Januari 2010
Kompas.com, 20 Januari 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas atau Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) bakal berpengaruh terhadap penerimaan negara. Bahkan, pemerintah telah menurunkan target penerimaan bea masuk non Ditanggung Pemerintah (DTP) dalam APBN 2010 yang hanya mencapai Rp 16,5 triliun atau turun 8,5 persen dibandingkan realisasi tahun 2009 yang mencapai Rp 18,1 triliun.

"Penurunan target ini mengantisipasi pemberlakukan FTA. Secara keseluruhan, dampak pemberlakukan ACFTA berpengaruh terhadap penerimaan perpajakan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu ( 20/1/2010 ) .

Penurunan target ini, menurut Menkeu, sebagai dampak dari penurunan atau penghapusan tarif bea masuk sesuai dengan skema ACFTA. Diperkirakan, dengan pemberlakukan ACFTA nilai impor yang terkena bea masuk pada tahun 2010 mencapai 79,4 miliar dollar AS dengan tarif rata-rata sebesar 3 persen.

Sementara total impor diproyeksikan meningkat mencapai 132 ,9 miliar dollar AS tahun ini dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 95,7 miliar dollar AS.

Meski demikian, penurunan penerimaan bea masuk ini diimbangi dengan peningkatan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN impor seiring dengan meningkatnya volume dan nilai impor. Dalam APBN 2010 , pemerintah mematok total penerimaan impor yang mencapai Rp 269 ,5 triliun atau naik dibandingkan realisasi 2009 yang mencapai Rp 214 ,3 triliun.

Dari jumlah tersebut, tercatat targte penerimaan PPN dalam negeri dalam APBN 2010 yang mencapai Rp 167 ,4 triliun atau naik dibandingkan realisasi tahun 2009 yang mencapai Rp 148 ,1 triliun. Adapun PPN impor juga naik Rp 102 ,2 triliun dibandingkan realisasi 2009 yang mencapai Rp 66,3 triliun.
Share/Save/Bookmark

Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar