Tempat Belajar Pajak Secara Bijak

Pajak Indonesia

Ensiklopedia Pajak
Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) >> Wakil dan Kuasa Wajib Pajak, Rahasia Jabatan, dan Kewajiban Pihak Ketiga >> Rahasia jabatan

Kerahasiaan Perbankan (SE-07/PJ.7/1995)


Sehubungan dengan kewajiban merahasikan, Bank mempunyai dua kedudukan yaitu Bank sebagai Wajib Pajak, wajib pungut/potong, dan Bank sebagai pihak ketiga

a. Bank sebagai wajib pajak, wajib pungut/potong
1) Apabila Bank sebagai wajib pajak, wajib pungut/potong sedang dilakukan pemeriksaan maka berdasarkan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang KUP maka kewajiban merahasiakan sehingga dapat dijadikan alasan oleh bank untuk tidak memperlihatkan/meminjamkan segala maacam pembukuan/pencatatan yang diperlukan ditiadakan



2) Beberapa contoh peniadaan kerahasiaan bank adalah :

-untuk dapat menguji kelengkapan dan kebenaran bunga yang dibayar atau diperoleh bank, maka kerahasaiaan nama dan identitas deposan dan nasabah penerima kredit ditiadakan untuk keperluan pemeriksaan pajak

-Untuk dapat menguji kebenaran kerugian yang diderita karena penghapusaan kreedit yang macet, maka kerahasiaan, nama dan identitas nasabah yang kreeditnya macet dan dihapus ditiadakan untuk keperluan pemeriksaan pajak

-untuk dapat menguji kelengkpan dan kebenaran kewajiban pemungutan dan pemotongan pajak, maka kerahasiaan nama dan identitas nasabah atau pihak yang kena pemungutan atau pemotongann pajak ditiadakan untuk keperluan pemeriksaan


b. Bank sebagai pihak ketiga
Apabila dalam pemeriksaan Wajib Pajak lain diperlukan keterangan atau bukti-bukti dari bank maka bank harus memberikan keterangan atau bukti-bukti tersebut atas perintah tertulis dari Menteri Keuangan kepada bank yang bersangkutan.